Wednesday, August 23, 2006
Sunday, August 13, 2006
MoNyET
Cintaku menjadi monyet
menggelantung di pohon
nanar memandangi tatapan jengah
orang orang yang sibuk menggunjing
Cintaku menjelma monyet
yang menjangkiti manusia dengan
berbagai penyakit menular, siap
mematikan pencakar langit yang angkuh
Monyet-monyet pun lahir
dari rahim yang biru
percintaan haram, menebar
kematian ke segala penjuru mata angin
meniupkan virus virus, mencekik tenggorokan
lalu muntah darah.
Orang orang mati karena cintaku,
dan aku mengubur mereka
di dalam peti, berplastik terkemas
dengan segel tembaga.
menggelantung di pohon
nanar memandangi tatapan jengah
orang orang yang sibuk menggunjing
Cintaku menjelma monyet
yang menjangkiti manusia dengan
berbagai penyakit menular, siap
mematikan pencakar langit yang angkuh
Monyet-monyet pun lahir
dari rahim yang biru
percintaan haram, menebar
kematian ke segala penjuru mata angin
meniupkan virus virus, mencekik tenggorokan
lalu muntah darah.
Orang orang mati karena cintaku,
dan aku mengubur mereka
di dalam peti, berplastik terkemas
dengan segel tembaga.
Thursday, August 03, 2006
BuZZ!!
lelaki itu akhirnya menoreh percakapan, setelah
ribuan kata-kata telah dituangkan perempuan sedih
lewat gulungan kabel di bawah tanah,
lewat seluler, bahkan
lewat jari-jarinya yang maya.
perempuan sedih, bertanya-tanya
'apa yang salah?'
'bukankah nama kita nyaris berikat di depan altar?'
'bukankah aku mulai menyisipkan rindu di setiap
doaku tentang mu?'
perempuan sedih lalu berlari, mengejar dengan berpuluh-puluh huruf
tiba-tiba 'BuZZ' menyentuh selularnya
tubuhnya gemetar, jiwanya runtuh, matanya tsunami
'aku memang tak seindah itu,
tubuhku tak semampai laksana barbie
kulitku tak seputih jiwa, mengapa kaubiarkan
aku berdiri menunggu, jika kau tak pernah
akan tiba di hadapanku?'
perempuan sedih kembali menyisipkan doa,
semoga 'kau mati saja dalam damai'
: dedicated to a beautiful friend of mine
ribuan kata-kata telah dituangkan perempuan sedih
lewat gulungan kabel di bawah tanah,
lewat seluler, bahkan
lewat jari-jarinya yang maya.
perempuan sedih, bertanya-tanya
'apa yang salah?'
'bukankah nama kita nyaris berikat di depan altar?'
'bukankah aku mulai menyisipkan rindu di setiap
doaku tentang mu?'
perempuan sedih lalu berlari, mengejar dengan berpuluh-puluh huruf
tiba-tiba 'BuZZ' menyentuh selularnya
tubuhnya gemetar, jiwanya runtuh, matanya tsunami
'aku memang tak seindah itu,
tubuhku tak semampai laksana barbie
kulitku tak seputih jiwa, mengapa kaubiarkan
aku berdiri menunggu, jika kau tak pernah
akan tiba di hadapanku?'
perempuan sedih kembali menyisipkan doa,
semoga 'kau mati saja dalam damai'
: dedicated to a beautiful friend of mine

